‘timer’kehidupan

Umur itu ‘timer’, pengingat kematian
Semakin bertambah…
Semakin mengingatkan kita
Bahwa hidup ini berjalan
Seperti ‘timer.’… Terus berjalan
Dan yang menghentikannya hanyalah…
Sang pencipta, Allah swt
Kita hanya perlu melakukan, mengisi dan melaluinya
Dengan cara terbaik kita
Maka ketika bertemu dengan tanggal kelahiran lagi
Yang perlu dilakukan adalah terus berjalan
Introspeksi diri sejenak
Dan mulai dari awal lagi kawan
Dengan cara terbaik kita

Sudah sejauh mana melangkah
Sudah sejauh apa yang telah dilakukan
Sudahkah kita melakukan yang terbaik
Sudahlah…

Persiapkan lagi yang kurang dari diri
Tingkatkan perbekalan hidup yang cukup
Yang sudah terlewat hanya sejarah

Jika sampai pada waktunya…
Sejarah yang akan mencatat perilaku kita
Dan apa-apa yang telah dilakukan

Karena usia adalah ‘timer’ terbaik kita
Sebagai pengingat kematian
Sebentar lagi…. Kawan
giliran kita yang akan berhenti
Dihentikan kehidupannya

Maka mulailah lagi
Selagi ada waktu
Selagi ‘timer’ kehidupan masih berjalan
Marilah kita berjuang sama-sama
Dalam suka dan duka
Sukses selalu…. Untukmu kawan

Srisay
Bandung, 24 november 2015

Tiga lima

Menjadi tiga lima memang susah dan butuh pengorbanan
Sekian tahun telah terlewati…
Sekian kata-kata mimpi telah terucap…
Sekian peristiwa dan perilaku telah dilalui…

Peluang-peluang selalu ada di depan mata
Tinggal melangkah dan banyak bicara
Tinggal melakukan dan tersenyum pada setiap manusia
Tinggal pameran dan sosialisasi kata

Namun, keinginan yang lebih dari sekedar hidup semakin menghimpit
Mungkin terlalu berharap banyak pada apa yang belum seharusnya ada
Mungkin terlalu terbawa nafsu… sehingga masih belum seharusnya ada
Mungkin terlalu tinggi dan pemilih… dan tampak seperti monster yang siap menerkam

Baiklah… baiklah…
Sudah bukan saatnya terlalu berhasrat untuk mencari pasangan jiwa lagi
Sudah tidak ada lagi prioritas mempunyai pasangan jiwa
Sudah tidak lagi ambil pusing untuk urusan asmara
Sudah lelah dan muak!!

Katanya wanita baik-baik untuk pria baik-baik dan wanita jahat untuk pria berhati iblis
Namun, banyak wanita baik hanya dimanfaaatkan semata dipermainkan dan dilecehkan…
setelah itu menghilang tanpa kata

Sudah terlalu banyak waktuku berlalu hanya untuk urusan asmara yang tiada pernah ada ujung
Sudah terlalu dalam dinding-dinding pembatas untuk aku bisa melangkah hanya untuk penantian yang panjang

Tidak lagi dan lagi
Aku ingin berjalan lebih bebas dan sesuai kata hati
Bebas, namun tetap dalam track seperti lajunya kereta api
Sesuai kata hati, mengandung nilai-nilai kearifan yang selalu diajarkan oleh nenek moyang
dan juga petunjuk yang ada dalam buku indah sepanjang jaman… yaitu al-Quran

Tiga lima adalah
Masa keemasan menuju kehidupan yang lebih mendalam
Masa terlewatinya kegalauan-kegalauan hati yang tiada berguna
Masa-masa kebebasan jiwa untuk melangkah dengan penuh semangat tanpa beban
Masa indah sepanjang jaman
Masa penantian tanpa harus menuntut dan memaksa

Jalani saja hidup ini
Karena keindahan selalu ada dalam setiap peristiwa yang dihadapi
selama masih ada cinta dan rasa syukur tanpa batas

Tiga lima adalah awal menuju kehidupan yang sebenarnya
Untuk mengumpulkan perbekalan yang cukup
Untuk di kehidupan lain yang lebih indah dan kekal abadi

11:47 pm
Bandung, 24 November 2014

Bara

Sebuah bara, jika digenggam akan terasa panas dan membakar seluruh tubuh tanpa bisa dihindari.
Mungkin lukamu terasa mendalam, sehingga tak dapat tautkan hati pada yang berjiwa.
Jika luka itu telah mengendap pada jiwamu begitu dalamnya, memang butuh waktu lama untuk menjadikannya hilang.
Hanya waktu yang bisa mengikiskan sebuah bara yang terlalu menyala, hingga perlahan akan terendam oleh potret hidup sang pemberi ilham.
Tataplah langit yang selalu bersinar cerah dan berwarna biru…., sambil menggenggam bara kehidupan yang mampu mengubah dendam menjadi sesuatu hal yang luar biasa baiknya…

thank’s

Seratus hari

Perjuanganmu telah berakhir
Meninggalkan semuanya
Namun, begitu lekatnya ingatanku terhadapmu tidak akan pernah berakhir
Kemanapun, akan selalu ada dalam sanubari

Kegigihan, ketekunan, kekuatan untuk berjuang dan bertahan hidup
Perhatian yang tulus, pemberian yang ikhlas, pengabdian yang tiada batas, kasih sayang yang tercurah
Kearifan, keberanian, kejujuran, kebaikan-kebaikan dalam senantiasa mengarungi hidup
Kautunjukkan, kauajarkan dan kau didikkan kepada kami

Seratus hari ….
Belum mampu menghapus ingatan ku akan dirimu
Dalam sepi sunyi rasa kangenku terhadapmu
Bulir-bulir airmata tak terasa, menambah kesedihan yang dalam…

Ingin rasanya aku ikut bersamamu, ibu
Disini, terasa sepi tanpa kehadiranmu…
…………………………………………………………………………………………………………
Bandung, 3 Juli 2014

Terjebak !

Perjalanan ini tersekat ruang-ruang
Namun mimpi, begitu tingginya
Tak dapat dihindari lajunya waktu
Yang tak bisa menunggu barang sejenak

Jadi seperti terjebak dalam dua dimensi
Terjebak dalam dimensi ruang dan waktu
Ruang-ruang yang mengikat
Waktu-waktu yang menjerat

Namun mimpi-mimpi masih saja berkembang tak tentu
Asa dan harapan saling berlomba merasuki mimpi yang tak kunjung reda
Sementara ruang dan waktu semakin erat mengikat, menjerat begitu kuatnya
Perjalananpun selalu berjalan tanpa ampun

Terjebak!
Seperti terjebak dalam dua dimensi
Ruang dan waktu

Bandung, 11 Juni 2014

Indah pagi hari

keindahan sinar matahari dipagi hari
memberikan energi baru setiap hari
namun akan semakin indah pagi hari
ketika melihat senyumanmu setiap pagi

the beauty of the morning sun
provide new energy every day
but it will be more beautiful morning
when see your smile each morning

Bandung, 11 Mei 2014

Hati pembawa sepi

Menunduk….
Tertunduk lesu….
Hatiku telah diambang batas
Tanpa bisa berkata-kata

Sekelilingku perlahan menjauh
Jauhi hatiku yang inginkan rasa
Kiranya tak layak untuk aku mempunyai hati
Selalu berjalan sendiri sepi

Tak mudah meraih cinta
Jika dia tak tampak jua
Aku tak mengerti dan tak bisa
Jika seorang cinta tak datang juga

Adakah obat penawar hati, bagi pembawa sepi
Adakah yang bisa menawar hati, bagi sang pemurung
Adakah solusi, bagi jiwa tak berarti
Adakah dia penawar, bagi hati yang lesu

Hatiku adalah hati pembawa sepi
Tak ada lagi yang bisa kulakukan
Selain penjaga sepi
Pemandu kelesuan yang tak berarti

Bandung, 27 April 2014

Previous Older Entries