Tiga lima

Menjadi tiga lima memang susah dan butuh pengorbanan
Sekian tahun telah terlewati…
Sekian kata-kata mimpi telah terucap…
Sekian peristiwa dan perilaku telah dilalui…

Peluang-peluang selalu ada di depan mata
Tinggal melangkah dan banyak bicara
Tinggal melakukan dan tersenyum pada setiap manusia
Tinggal pameran dan sosialisasi kata

Namun, keinginan yang lebih dari sekedar hidup semakin menghimpit
Mungkin terlalu berharap banyak pada apa yang belum seharusnya ada
Mungkin terlalu terbawa nafsu… sehingga masih belum seharusnya ada
Mungkin terlalu tinggi dan pemilih… dan tampak seperti monster yang siap menerkam

Baiklah… baiklah…
Sudah bukan saatnya terlalu berhasrat untuk mencari pasangan jiwa lagi
Sudah tidak ada lagi prioritas mempunyai pasangan jiwa
Sudah tidak lagi ambil pusing untuk urusan asmara
Sudah lelah dan muak!!

Katanya wanita baik-baik untuk pria baik-baik dan wanita jahat untuk pria berhati iblis
Namun, banyak wanita baik hanya dimanfaaatkan semata dipermainkan dan dilecehkan…
setelah itu menghilang tanpa kata

Sudah terlalu banyak waktuku berlalu hanya untuk urusan asmara yang tiada pernah ada ujung
Sudah terlalu dalam dinding-dinding pembatas untuk aku bisa melangkah hanya untuk penantian yang panjang

Tidak lagi dan lagi
Aku ingin berjalan lebih bebas dan sesuai kata hati
Bebas, namun tetap dalam track seperti lajunya kereta api
Sesuai kata hati, mengandung nilai-nilai kearifan yang selalu diajarkan oleh nenek moyang
dan juga petunjuk yang ada dalam buku indah sepanjang jaman… yaitu al-Quran

Tiga lima adalah
Masa keemasan menuju kehidupan yang lebih mendalam
Masa terlewatinya kegalauan-kegalauan hati yang tiada berguna
Masa-masa kebebasan jiwa untuk melangkah dengan penuh semangat tanpa beban
Masa indah sepanjang jaman
Masa penantian tanpa harus menuntut dan memaksa

Jalani saja hidup ini
Karena keindahan selalu ada dalam setiap peristiwa yang dihadapi
selama masih ada cinta dan rasa syukur tanpa batas

Tiga lima adalah awal menuju kehidupan yang sebenarnya
Untuk mengumpulkan perbekalan yang cukup
Untuk di kehidupan lain yang lebih indah dan kekal abadi

11:47 pm
Bandung, 24 November 2014

Seratus hari

Perjuanganmu telah berakhir
Meninggalkan semuanya
Namun, begitu lekatnya ingatanku terhadapmu tidak akan pernah berakhir
Kemanapun, akan selalu ada dalam sanubari

Kegigihan, ketekunan, kekuatan untuk berjuang dan bertahan hidup
Perhatian yang tulus, pemberian yang ikhlas, pengabdian yang tiada batas, kasih sayang yang tercurah
Kearifan, keberanian, kejujuran, kebaikan-kebaikan dalam senantiasa mengarungi hidup
Kautunjukkan, kauajarkan dan kau didikkan kepada kami

Seratus hari ….
Belum mampu menghapus ingatan ku akan dirimu
Dalam sepi sunyi rasa kangenku terhadapmu
Bulir-bulir airmata tak terasa, menambah kesedihan yang dalam…

Ingin rasanya aku ikut bersamamu, ibu
Disini, terasa sepi tanpa kehadiranmu…
…………………………………………………………………………………………………………
Bandung, 3 Juli 2014

Terjebak !

Perjalanan ini tersekat ruang-ruang
Namun mimpi, begitu tingginya
Tak dapat dihindari lajunya waktu
Yang tak bisa menunggu barang sejenak

Jadi seperti terjebak dalam dua dimensi
Terjebak dalam dimensi ruang dan waktu
Ruang-ruang yang mengikat
Waktu-waktu yang menjerat

Namun mimpi-mimpi masih saja berkembang tak tentu
Asa dan harapan saling berlomba merasuki mimpi yang tak kunjung reda
Sementara ruang dan waktu semakin erat mengikat, menjerat begitu kuatnya
Perjalananpun selalu berjalan tanpa ampun

Terjebak!
Seperti terjebak dalam dua dimensi
Ruang dan waktu

Bandung, 11 Juni 2014

Indah pagi hari

keindahan sinar matahari dipagi hari
memberikan energi baru setiap hari
namun akan semakin indah pagi hari
ketika melihat senyumanmu setiap pagi

the beauty of the morning sun
provide new energy every day
but it will be more beautiful morning
when see your smile each morning

Bandung, 11 Mei 2014

Hati pembawa sepi

Menunduk….
Tertunduk lesu….
Hatiku telah diambang batas
Tanpa bisa berkata-kata

Sekelilingku perlahan menjauh
Jauhi hatiku yang inginkan rasa
Kiranya tak layak untuk aku mempunyai hati
Selalu berjalan sendiri sepi

Tak mudah meraih cinta
Jika dia tak tampak jua
Aku tak mengerti dan tak bisa
Jika seorang cinta tak datang juga

Adakah obat penawar hati, bagi pembawa sepi
Adakah yang bisa menawar hati, bagi sang pemurung
Adakah solusi, bagi jiwa tak berarti
Adakah dia penawar, bagi hati yang lesu

Hatiku adalah hati pembawa sepi
Tak ada lagi yang bisa kulakukan
Selain penjaga sepi
Pemandu kelesuan yang tak berarti

Bandung, 27 April 2014

Lagi

Hilang lagi…. Musnah lagi
Lagi dan lagi
Seperti tak ada ujung

Jatuh lagi ….
Porakporandakan semuanya lagi
Seperti terhempas tak beraturan

Memulai dari awal lagi…
Semuanya harus kususun dari awal lagi
Melelahkan dan tak berdaya

Bandung, 21 April 2014

Dunia hanyalah …

Dunia hanyalah suatu jalan yang membentang menuju sorga dan neraka, Sedangkan malam, sebagai tokomu dan hari-hari sebagai pasarmu. Waktu adalah modal dalam perniagaan manusia.

Dalam buku Menguak kedalamam nilai tasawuf “Sucikan Hati Teguhkan Jiwa” (2001), oleh Ibnu Mahalli Abdullah Umar

Kutipan

Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.