Seratus hari

Perjuanganmu telah berakhir
Meninggalkan semuanya
Namun, begitu lekatnya ingatanku terhadapmu tidak akan pernah berakhir
Kemanapun, akan selalu ada dalam sanubari

Kegigihan, ketekunan, kekuatan untuk berjuang dan bertahan hidup
Perhatian yang tulus, pemberian yang ikhlas, pengabdian yang tiada batas, kasih sayang yang tercurah
Kearifan, keberanian, kejujuran, kebaikan-kebaikan dalam senantiasa mengarungi hidup
Kautunjukkan, kauajarkan dan kau didikkan kepada kami

Seratus hari ….
Belum mampu menghapus ingatan ku akan dirimu
Dalam sepi sunyi rasa kangenku terhadapmu
Bulir-bulir airmata tak terasa, menambah kesedihan yang dalam…

Ingin rasanya aku ikut bersamamu, ibu
Disini, terasa sepi tanpa kehadiranmu…
…………………………………………………………………………………………………………
Bandung, 3 Juli 2014

Terjebak !

Perjalanan ini tersekat ruang-ruang
Namun mimpi, begitu tingginya
Tak dapat dihindari lajunya waktu
Yang tak bisa menunggu barang sejenak

Jadi seperti terjebak dalam dua dimensi
Terjebak dalam dimensi ruang dan waktu
Ruang-ruang yang mengikat
Waktu-waktu yang menjerat

Namun mimpi-mimpi masih saja berkembang tak tentu
Asa dan harapan saling berlomba merasuki mimpi yang tak kunjung reda
Sementara ruang dan waktu semakin erat mengikat, menjerat begitu kuatnya
Perjalananpun selalu berjalan tanpa ampun

Terjebak!
Seperti terjebak dalam dua dimensi
Ruang dan waktu

Bandung, 11 Juni 2014

Indah pagi hari

keindahan sinar matahari dipagi hari
memberikan energi baru setiap hari
namun akan semakin indah pagi hari
ketika melihat senyumanmu setiap pagi

the beauty of the morning sun
provide new energy every day
but it will be more beautiful morning
when see your smile each morning

Bandung, 11 Mei 2014

Hati pembawa sepi

Menunduk….
Tertunduk lesu….
Hatiku telah diambang batas
Tanpa bisa berkata-kata

Sekelilingku perlahan menjauh
Jauhi hatiku yang inginkan rasa
Kiranya tak layak untuk aku mempunyai hati
Selalu berjalan sendiri sepi

Tak mudah meraih cinta
Jika dia tak tampak jua
Aku tak mengerti dan tak bisa
Jika seorang cinta tak datang juga

Adakah obat penawar hati, bagi pembawa sepi
Adakah yang bisa menawar hati, bagi sang pemurung
Adakah solusi, bagi jiwa tak berarti
Adakah dia penawar, bagi hati yang lesu

Hatiku adalah hati pembawa sepi
Tak ada lagi yang bisa kulakukan
Selain penjaga sepi
Pemandu kelesuan yang tak berarti

Bandung, 27 April 2014

Lagi

Hilang lagi…. Musnah lagi
Lagi dan lagi
Seperti tak ada ujung

Jatuh lagi ….
Porakporandakan semuanya lagi
Seperti terhempas tak beraturan

Memulai dari awal lagi…
Semuanya harus kususun dari awal lagi
Melelahkan dan tak berdaya

Bandung, 21 April 2014

Dunia hanyalah …

Dunia hanyalah suatu jalan yang membentang menuju sorga dan neraka, Sedangkan malam, sebagai tokomu dan hari-hari sebagai pasarmu. Waktu adalah modal dalam perniagaan manusia.

Dalam buku Menguak kedalamam nilai tasawuf “Sucikan Hati Teguhkan Jiwa” (2001), oleh Ibnu Mahalli Abdullah Umar

Kutipan

Waiting is …. (English version)

Enjoy the solitude that long until the prince comes
Fidelity made ​​himself late in the endless
Fighting for yourself faces infinite patience
Count every inch of the life and times keep rolling

Wait for it …
exhausting
pass the time
destroy patience
boring

But without waiting for …
My life felt the way place
Stalled without being able to do anything about it
Stagnant ..
Living life in a normal routine and that’s it
Spend time in isolation age …

For me, the wait is …
Open the gates of illusion become real
Seeing a bright future
Waiting for a more colorful life
Make life better and grow again
Find a path that is almost gone

and
Struggling to maintain my loyalty …..

on you
Yeah … you

Because my life is with you
I love there is in this part of your world
My dreams … follow my steps with you
My goal is to live with

I was waiting … waiting for life with you

Because the wait is …
Love and a better life

With you …
Yeah, you …

I want to live with the ups and downs
Until death separates the soul

Bandung, 30 June 2013

Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.